
1. IWAN FALS bukan orang yg dapat dimintai pertanggungjawaban melanggar hak cipta. Krn pencantuman nama IWAN FALS sbg pencipta lagu BA, bukanlah perbuatan yang dilakukan oleh IWAN FALS. Melainkan pihak lembaga penyiaran (TV). Bahkan pada saat di atas panggung IWAN FALS sendiri sudah scr lisan menerangkan bhw lagu BA adalah ciptaan TOTO GUNARTO.
2. IWAN FALS tdk dapat dikatakan memiliki niat dan kesengajaan utk mengklaim lagu BA sbg ciptaannya. Sebab jika niat dan kesengajaan itu memang ada, tentu itu adalah hal yang sia-sia, karena toh sudah menjadi fakta hukum yg tak perlu disanggah (notoire feiten) bahwa sejak album perjalanan dibuat thn 1979, nama TOTO GUNARTO sudah tercantum sbg pencipta lagu BA.
3. IWAN FALS sbg pemusik dan penyanyi lagu BA dlm album Perjalanan, adalah juga org yang punya hak utk menyanyikan lagu BA & memainkan musiknya (lihat psl 1 angaka 9 dan 10 UU HAKI).
4. Lagu BA bukanlah termasuk lagu yg telah mempopulerkan dan mengukuhkan eksistensi Iwan Fals sbg musisi besar di jagat musik indonesia. Sehingga sgt tidak mungkin IWAN FALS memaksakan diri mengklaim sbg pencipta sebuah lagu yg kurang populer utk kepentingan dirinya. Tanpa ada lagu BA, IWAN FALS tetap lah seorang musisi besar.
5. Tindakan TOTO GUNARTO yg memperkarakan IWAN FALS sudah jelas didasari oleh alasan yg mengada-ada, oleh karenanya patut diduga kalau tindakan TOTO GUNARTO kepada IWAN FALS adalah upaya hanya mencari sensasi belaka, atau sebagai upaya solusi atas kebutuhan hidup yg tengah menderanya.
Salam.
LBH Oi
NB :Foto album Lagu bencana alam di dua album
Kamis, 22 April 2010
PERNYATAAN LBH Oi tentang kasus Iwan Fals dengan Toto G.
Diposting oleh poltangan di 18.19 0 komentar
Rabu, 21 April 2010
Nostra Band

Nostra Grup Band dari kuningan timur jakarta
coming soon mengeluarkan album kompilasi dan RBT
silahkan download mp3 nya....
Download
Review Profile Bandnya menyusul
Diposting oleh poltangan di 19.52 0 komentar
Label: Musik
Lets do Better for Earth..........

Lets do Better for Earth..........
Tanam Siram Tanam
Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan
Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam
Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram
Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan
Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ... oi
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ....oi
Song Iwan Fals
Foto :Ferry Lucky
Diposting oleh poltangan di 19.07 0 komentar
Selasa, 20 April 2010
Perjalanan spriritual iwan fals keliling jawa tengah

TUHAN bisa memberikan hidayah kepada seseorang dengan berbagai cara. Petunjuk itu bisa melalui sahabat atau pun kejadian spriritual yang kita alami. Begitu pun kerinduan sang legenda musisi tanah air, Iwan Fals, akan ruh religinya. Setelah menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan sahabatnya Ki Sastrow al Ngatawi, kesadaran religi sang legendaris pun makin terbangun. Iwan Fals didampingi sahabatnya
itu kini getol blusukan dari satu pondok pesantren ke pesantren lainnya. Setelah mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Iwan Fals, bertandang ke beberapa pondok pesantren di Pekalongan,
Bahkan semalam Iwan Fals dan Sastrow menggelar konser musik di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Kabupaten Pekalongan. Iwan Fals didampingi unsur Muspida pun menyempatkan diri melakukan penanaman pohon di SMP NU Pajomblangan, Minggu siang.
Iwan Fals ditemui di sela-sela makan siang di RM Kampung Damai, Karanganyar, menyatakan, kegiatannya turun ke pondok pesantren merupakan bagian dari kerinduan terhadap Islam. Meskipun ia mengakui belum begitu mendalami Islam. Namun, sosok Iwan Fals lahir dan besar di lingkungan yang islami. ”Di usia saya sekarang, panggilan itu muncul. Mengiikuti angin sajalah. Setelah berangkat haji dan ketemu Sastrow, panggilan itu semakin menguat. Sastrow bilang mau mbedhel-mbedhel syair lagu saya. Dan ternyata, syair lagu saya ada nuansa religinya. Seperti lagu Bento yang menceritakan kisah Qorun” ujar Iwan.
Di mata Iwan Fals, pondok pesantren merupakan model pendidikan yang bisa menggambarkan kebersamaan, kasih sayang dan kesederhanaan. Banyak alumni pondok pesantren yang justru bisa bertahan di lapangan, dibandingkan lulusan perguruan tinggi. ”Santri sejak kecil diajari nyuci sendiri, masak sendiri, tidur tidak di kasur. Begitu sederhana. Kesedarhaan itu sangat sulit di tengah kehidupan yang begitu glamour. Sejarah pondok pesantren untuk Indonesia pun sangat luar biasa” tutur dia.
Dengan langsung berkunjung ke pondok pesantren, Iwan Fals bisa belajar dan berinteraksi langsung dengan ulama dan para santri. Bukan sekedar tekstual, namun juga diaplikasikan secara langsung. Dunia pondok pesantren pun tidak jauh dari musik. Berdasarkan pengelaman di sebuah pondok pesantren di Kota Santri, Iwan Fals mendapati para santri tengah memainkan alat musik perkusi dengan menggunakan perabotan rumah tangga seperti ember, piring, dan sejenisnya. ”Siapa tahu nanti bisa buat pondok pesantren Al Fals” ujar dia.
Pengajian di Rembang.
Setelah dari Pekalongan musisi papan atas Iwan Fals, Rabu malam besok (21/4), akan menggelar Pengajian Seni di Alun-Alun Rembang. Pagelaran seni tersebut sebagai rangkaian tur spiritual Iwan Fals di sejumlah ponpes. Acara tersebut hasil kerja bareng antara Ponpes Raudlatut Thalibien Leteh Rembang asuhan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Iwan Fals Manajemen, Al Sastrow NG dan Ki Ageng Ganjur dari Yogyakarta. Koordinator acara, Wahyu Salvana (Gus Wahyu) kepada wartawan kemarin, mengutarakan, semula acara akan digelar di depan Ponpes Roudlatut Tholibien Leteh, namun dikawatirkan membludaknya pengunjung, maka acara di pindah ke Alun-alun.
”Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak dan sekaligus untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, maka acara dipindah ke Alun-alun” tutur Gus Wahyu.
Penyelenggara berharap, agar pengunjung datang dan mengikuti acara dengan tertib seperti layaknya orang pengajian, meski di alun-alun. Diharapkan juga tidak membawa atribut lainnya seperti melihat konser musik. ”Kami minta agar pengunjung juga berpakaian sopan, tertib layaknya orang mengikuti pengajian ” tukas Gus Wahyu.
Ditambahkan, dalam rangakain tersebut, siang harinya diadakan penanaman 2.000 bibit pohon di sejumlah ponpes di Rembang. ”Iwan Fals Manajemen menyumbang 1.000 bibit pohon dan yang lain sumbangan Wakil Bupati (Wabup) Rembang H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut)” terang Gus Wahyu.
Kunjungi Pati
Dalam rangkaian perjalanannya, musisi kondang ini pun akan menghadiri pengajian budaya yang digelar di halaman Pondok Pesantren Roudhoh At Thohiriyah, Desa Kajen Kecamatan Margoyoso, Pati. Kamis (22/4).
Kegiatan pengajian budaya itu merupakan bagian dari acara pelantikan pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati. Pengajian budaya tadi juga akan dihadiri Sastrow al Ngatawi bersama Ki Ageng Ganjur.
Selain pengajian budaya, kegiatan lain yang diselenggarakan oleh GP Ansor adalah bedah buku Gus Dur, Siapa Sih Sampeyan. Menurut ketua GP Ansor Kabupaten Pati, M Sulhan, acara bedah buku itu akan menghadirikan pengarang buku Gus Dur, siapa sih sampeyan, Sastrow al Ngatawi dan Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Jabir Al Faruqi. Sebelumnya, juga dilakukan aksi penanaman seribu pohon yang juga diikuti Iwan Fals.
sumber : wawasandigital.com
Diposting oleh poltangan di 06.27 0 komentar
Rabu, 14 April 2010
Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) Walhi

Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) ini akan di bagi dalam dua bagian:
A. Agenda Publik
Agenda publik merupakan media yang akan disiapkan bagi para peserta KNLH guna menyuarakan agenda-agenda keselamatan lingkungan yang telah dan sedang dilaksanakan. Dalam impelementasinya, kegiatan ini akan dilakukan dengan beberapa kegiatan :
1. Pameran Lingkungan
Pameran lingkungan ini akan mengangkat masalah potret pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Pameran ini akan melibatkan peran masyarakat seluas mungkin, serta memberikan gambaran visual kepada publik tentang kondisi dan dampak pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. Selain itu pameran ini juga bisa dijadikan ajang untuk mempublikasikan harapan serta keinginan dari publik mengenai kondisi lingkungan hidup seperti apa yang mereka harapkan. Untuk mewakili beberapa isu sektoral yang akan di kelompokan menjadi 5 : Lingkungan Hidup, HAM, Perempuan, Pendidikan & Komunitas.
Tempat dan Waktu pameran akan dilaksanakan selama 4 hari bertempat di Pelataran Galeri Cipta II TIM pada tanggal 22 – 25 April 2010 mulai pukul 10.00 – 21.00 setiap harinya.
2. Pentas Seni Budaya dan Testimonial
Pentas seni dan budaya dijadikan ajang atau wadah untuk menyatakan pendapat, wacana, kritik sosial, dan sebagainya yang diapresiasikan melalui seni. Seluruh peserta dalam KNLH Publik 2010 ini mempunyai hak untuk memanfaatkan acara ini sebagai tempat untuk menampilkan karya seninya. Testimoni dilakukan oleh perwakilan OR selama ini menjadi korban lingkungan dan pelanggaran HAM. Pentas seni turut juga di meriahkan oleh : Franky S, Fadli Rindra-PADI, Debanner, Dapur Angklung jakarta, Melanie Subono, Rumput Ijo, Geprak, Full Moon, teh manis, dll.
3. Semiloka dan Workshop
Dengan tema “Pulihkan Indonesia Untuk Keselamatan Rakyat” ini akan dihadiri oleh berbagai elemen organisasi rakyat secara luas yang mendorong isu lingkungan maupun elemen gerakan sosial yang lainnya. Gerakan Masyarakat Sipil yang selama ini telah memperjuangkan pemenuhan hak - hak rakyat baik dalam ranah advokasi kebijakan, pendampingan, maupun lintas sektoral, dan juga stakeholder kunci lainnya.
Kegiatan ini akan dilakukan pada jumat 23 april pukul 10.00-17.00 wib bertempat di galeri cipta 2 TIM.
4. Pendidikan dasar kebencanaan untuk anak – anak
kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 22 april 2010.
B. Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup ( KNLH ) WALHI 2010
Hasil dari kegiatan Semiloka dan Workshop akan dilahirkan menjadi Resolusi, yang akan di rekomendasikan untuk dilanjutkan pada kegiatan KNLH WALHI 2010. Dalam pertemuan KNLH WALHI 2010 tersebut akan di lakukan oleh Eksekutif Nasional, Dewan Nasional, 25 Eksekutif Daerah, 25 Dewan Daerah serta Organisasi Rakyat anggota lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 24 & 25 April 2010
Diposting oleh poltangan di 08.21 0 komentar
Label: Event, lingkungan hidup
Minggu, 11 April 2010
Jalan Bersama Peduli Autisme
Permasalahan autisme ada, nyata, dan banyak di sekitar kita. Tapi meski begitu masih sangat sedikit orang yang peduli. Sudah saatnya bagi semua lapisan masyarakat peduli terhadap autis.
Jika semakin banyak yang peduli, maka penanganan anak autis juga bisa dideteksi lebih dini dan masyarakat pun tidak perlu gagap menghadapi penderita autis.
Untuk lebih menggugah perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap autisme, Yayasan Autisma Indonesia (YAI) menyelenggarakan kegiatan Jalan Bersama Peduli Autisme yang diikuti oleh lebih dari 2000 partisipan.
Acara ini juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia tanggal 2 April tahun ini.
Acara jalan santai yang diresmikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof.Dr.H.Fasly Djalal, MBA, MSI ini dimulai dari lingkar barat Monumen Nasional (Monas) menuju Bundaran Hotel Indonesia dan garis akhir kembali ke Monas.
"Partisipan yang ikut sekitar 2000 orang yang terdaftar resmi, termasuk anak penyandang autis, orangtua, juga para simpatisan dan relawan," kata Stanley Bratawira, ketua panitia acara Jalan Bersama Peduli Autis, Minggu (11/4/2010).
Acara yang dipandu oleh presenter kondang Farhan yang juga merupakan orangtua dari penyandang autis ini, dimaksudkan untuk lebih membuka mata masyarakat terhadap autisme.
Menurut ketua YAI, Dr Melly Budhiman, SpKJ, dengan acara ini mereka ingin mengajak masyarakat luas untuk selanjutnya lebih banyak lagi mengenali, mempelajari dan menangani autisme sesegera mungkin.
Kenyataan menunjukkan, apabila individu dengan autisme memperoleh perhatian, penanganan, kesempatan serta dukungan positif yang memadai dari keluarga dan masyarakat sekitarnya, maka besar kemungkinan ia akan dapat berkembang lebih optimal. Oleh karena itu, dengan mengenal dan memahami autisme, berarti kita secara langsung atau tidak langsung dapat turut membantu penyandang autisme untuk berkembang menjadi lebih baik.
Dengan peduli autisme, maka warga dapat lebih menerima, menghargai dan memperlakukan individu autis setara dengan individu lainnya. Pandangan dan sikap yang lebih positif terhadap keberadaan autisme dapat menghindari kesalahpahaman yang disebabkan kerena ketidakmengertian dan ketidakpedulian.
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks, yang membutuhkan pemahaman dan perhatian yang serius dari semua pihak, baik orangtua, para ahli dari berbagai disiplin ilmu, pemerintah maupun masyarakat luas, agar penyandang autisme dapat terbantu berkembang secara lebih optimal.
Apabila kepedulian terhadap autisme dari pemerintah dan masyarakat semakin meningkat, maka akan dapat tersedia lebih banyak kesempatan pendidikan bagi individu autis yang biayanya lebih terjangkau dan juga kualitasnya semakin membaik.
"Kita peduli dengan autisme bukan semata-mata karena merasa kasihan dengan para penyandang autisme, tapi lebih dari itu karena sebagai makhluk sosial, bersama-sama dengan masyarakat di seluruh dunia yang berpikiran maju, kita ingin menghargai dan memiliki sikap yang positif terhadap keberadaan orang lain yang berbeda. ini adalah kecenderungan dari peradaban yang lebih baik dan maju," ujar Dr Melly.
Bagi individu autis, harapan mereka sangatlah sederhana. "Kenali keadaanku dan terima aku apa adanya. Hargai aku seperti anak pada umumnya dan beri aku kesempatan untuk berkembang. Bantu dan upayakan agar aku berkembang lebih optimal".
Sumber : www.detik.com
Diposting oleh poltangan di 08.10 0 komentar
