THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 08 April 2010

Kumkum Yuk Kumkum......


APAKAH KAMU….
Penasaran dengan alien di luar angkasa?
Mau ikut peneropongan matahari?
Minat belajar bikin komik digital?
Ingin menyulap kertas bekas jadi hal-hal tak terduga?
Atau mencoba membangun kota dari barang bekas?
Minat mencoba merajut dengan jari & menggunakan benang dari kantong kresek?
Atau Ingin mencoba membatik dengan pewarna alami?
Lebih suka menonton film seru, dokumenter, atau animasi?
Atau memilih sekedar duduk-duduk di taman sambil jajan & menikmati pementasan musik-musik lokal?
Kalau begitu, ajak keluarga, kerabat & sahabat untuk ber-KUMKUM!

Ada banyak kegiatan untuk anak, remaja, orang dewasa, termasuk para ibu.

INFO DETAIL ACARA LIHAT DI: kumkum.dagdigdug.com atau Facebook Group: KumKum 2010

(Beberapa acara seperti diskusi, workshop, dan putar film gratis memerlukan konfirmasi di kumkum.eventbrite.com)

Tersedia fasilitas: masuk museum dan air isi ulang GRATIS, ruang menyusui, playground, parkir sepeda.

Pastikan sudah membaca INFO & TIPS BAGI CALON PENGUNJUNG sebelum berangkat ke acara KumKum, untuk pengalaman yang menyenangkan!

KumKum merupakan hasil kolaborasi ide dan tenaga lebih dari 40 komunitas lintas genre di Jakarta dan sekitarnya, untuk kehidupan yang lebih baik.


INFO & TIPS BAGI PENGUNJUNG KUMKUM

Bagi para calon pengunjung KumKum, di bawah ini adalah info & tips yang PERLU DIBACA sebelum berkunjung ke acara KumKum.

  • Masuk Museum GRATIS
  • Pengunjung diminta untuk membawa SAKE (sampah kering) & atau BABE (barang bekas) dari rumah/ kantor/ sekolah. Jenis SAKE & BABE bisa dilihat di http://kumkum.dagdigdug.com/category/tips-sake/
  • Jika punya buku-buku bagus yang sudah tidak dibaca terutama buku anak-anak, silakan dibawa untuk disumbangkan ke 1001buku
  • Bagi Ibu yang mempunyai bayi, KumKum menyediakan ruang khusus untuk menyusui

Apa yang perlu DIBAWA untuk kurangi sampah di KumKum?

  • Bawa BOTOL MINUM/ TUMBLER, tersedia air galon untuk isi ulang. GRATIS!
  • Bila perlu bawa KOTAK & ALAT MAKAN, untuk makan/bawa makanan pulang, karena stand makanan di KumKum tidak menyediakan kantong kresek/styrofoam.
  • Bawa TAS YANG BESAR/ TAS LIPAT, jika akan membeli berbagai produk di bazar KumKum, karena stand tidak menyediakan kantong kresek.

NAIK APA ke Museum Bank Mandiri untuk kurangi macet dan polusi?

  • Gunakan sepeda, angkutan umum atau naik 1 mobil beramai-ramai.
  • Fasilitas parkir sepeda akan disediakan oleh Komunitas Bike 2 Work, tepat di halaman Museum Bank Mandiri.
  • Museum Bank Mandiri mudah dijangkau dengan menggunakan bis TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
  • Untuk KRL Jabodetabek, sila cek jadwal lengkapnya di www.krlmania.com/jadwal
  • Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bis TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Museum Bank Mandiri.
  • Sila cek peta koridor bis TransJakarta di www.suaratransjakarta.org
  • Untuk naik 1 mobil beramai-ramai, sila memberi/mencari tebengan melalui www.nebeng.com (klik banner KumKum di bagian atas)
  • Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa RUANG PARKIR TERBATAS!

Jadi, tunggu apalagi..? Ayo kita KUMKUM!!!


Hutanku

Hutanku
Lirik: H.MS Kaban, SE Msi
Lagu: Iwan Fals (Keseimbangan 2010)


Hutan ditebang kering kerontang
Hutan ditebang banjir datang
Hutan ditebang penyakit meradang
Hutan-hutanku hilang anak negeri bernasib malang
Hutan-hutanku hilang bangsa ini tenggelam

Adakah engkau tahu ini adalah hukuman
Adakah engkau tahu ini adalah peringatan
Adakah engkau tahu ini adalah ancaman
Adakah engkau tahu ini adalah ujian Tuhan

Sadar dan sadarlah hei anak negeri
Sadar dan sadarlah hei para pemimpin
Hentikan, hentikan
Hentikan semua duka ini

Kembalikan kesuburan negeri ini
Kembalikan keindahan hutanku
Kembalikan ketenangan bangsa ini
Kembalikan, kembalikan hutanku
Biarkan, biarkan hutanku bangkit lagi

Blog Entry Kuburan Pangeran kuningan di Belakang Gedung Telkom




Tak banyak yang tahu ada nama pahlawan yang sempat menyebarkan ajaran Islam di tanah air ini, khususnya di wilayah Jakarta ini (dahulu masih menggunakan istilah Sunda Kelapa). Ia bernama Pangeran Awwangga. Pangeran yang bergelar Pangeran Kuningan ini memiliki pasukan yang kuat. Saking kuatnya, ia berhasil mengalahkan Kerajaan Padjajaran yang sempat menduduki Sunda Kelapa.

Sepak terjang Pangeran Kuningan nggak cuma berhasil mengalahkan Kerajaan Padjajaran. Bersama armadanya, ia pun berhasil mengalahkan armada perang Portugis yang mencoba memasukki wilayah Sunda Kelapa. Ketika berperang melawan tentara Portugis, Pangeran dibantu oleh pasukan gabungan dari Demak Cirebon, dimana saat itu dipimpin oleh panglima perang Falatehan (Fadlilah Khan).
Daerah operasional Pangeran Kuningan berada ke arah Selatan. Di lokasi yang dahulu masih hutan belukar, sang Pangeran bersama pegikutnya mendirikan pemukiman. Itulah kenapa wilayah jalan HR. Rasuna Said dikenal sebagai Kuningan. Bahwa sepanjang jalan HR. Rasuna Said sampai Mampang, Tendean, dan Gatot Subroto adalah wilayah kekuasaan kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran Kuningan.

Di wilayah yang cukup besar itu, Pangeran Kuningan membuat lokasi sentral pertemuan di lokasi yang sekarang menjadi Museum ABRI Satria Mandala. Bahkan ada yang menyebutnya, museum ini dulu adalah rumah sang Pangeran. Sementara tanah pekarangannya meliputi tanah yang ditempat oleh Menara Jamsostek ke arah Timur dan ke arah Barat sampai ke gedung Telkom, kompleks Menteri, dan LIPI. Nah, di pekarangan rumahnya, dibangun sebuah masjid. Kelak masjid tersebut bernama masjid Al-Mubarok.

Selain sebagai tempat syiar agama Islam, masjid Al-Mubarok ini dijadikan sebagai ruang diskusi bagi para pengikut Pangeran Kuningan. Baik itu diskusi mengenai agama, maupun diskusi politik.

Saya penasaran dengan sepak terjang Pangeran Kuningan ini. Oleh karena itu, saya mencoba menyusuri jejak Pangeran Kuningan ini. Penyusuran awal, saya lakukan di beberapa masjid tua di wilayah Kuningan dan Gatot Subroto. Di Kuningan, saya mendapatkan dua masjid tua. Masjid pertama bernama masjid Hidayattullah. Masjid ini terletak menyempil di bawah gedung pencakar langit milik Sampoerna, tepatnya di jalan Prof Dr. Satrio, Karet Semanggi, Jakarta Selatan. Masjid kedua bernama masjid Jami Roudhotul Falah di jalan H.R. Rasuna Said, Pendurenan Masjid. Namun kedua masjid ini ternyata tidak ada makam Pangeran Kuningan.

Penyusuran kemudian dilakukan dengan menanyakan warga penduduk Gatot Subroto yang sudah sepuh. Info mereka mengarah pada sebuah masjid yang menyempil di antara museum ABRI Satria Mandala dan Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI) di jalan Gatot Subroto.

Terus terang saya nggak begitu yakin. Kenapa? Saya memang belum pernah masuk ke masjid yang terhimpit dua tempat itu, tetapi saya sering melihat dan melewati masjid yang temboknya dicat berwarna putih dengan genteng berwarna hijau. Ketidakyakinan saya, karena gedung masjid tersebut nampak masih baru. Saya bahkan menyangka, itu masjid memang kepunyaan museum Satria Mandala. Meski nggak yakin, saya pun tetap mendatangi masjid tersebut.

Buat menuju masjid Al-Mubarok, kita nggak perlu masuk museum Satria Mandala atau Pusjarah TNI. Ada jalan beraspal yang di kiri kanannya diberi pagar kawat. Dari jalan Gatot Subroto, kira-kira 50 meter masuk ke area masjid.

Begitu masuk area masjid, sepintas masjid itu nampak baru. Namun begitu melihat sebuah prasasti marmer berwarna hitam dengan tulisan ukiran di atas marmer itu, saya baru yakin bahwa masjid ini memang tempat Pangeran Kuningan dan pasukannya bersiar Islam dan menyusun strategi buat menghancurkan kerajaan Padjajaran dan armada perang Portugis di pelabuhan Sunda Kelapa.

Masjid yang dibangun tahun 1527 ini dilindungi oleh pemerintah daerah sebagai Monumen Ordonansi no 238 tahun 1931. Pada tahun 1972, masjid ini ditetapkan sebagai masjid tua melalui lembaran daerah no 60 tahun 1972.

Mengelilingi masjid terdapat kompleks pemakaman. Saya berpikir, kompleks pemakaman inilah barangkali ada makam keramat tempat beristirahatnya Pangeran Kuningan. Eh, ternyata dugaan saya salah. Ketika saya tanya penjaga masjid di situ, makam Pangeran Kuningan bukan di sini.

"Adanya di dalam gedung Telkom, Pak," ujar penjaga masjid.

"Hah?! Di dalam gedung Telkom?" tanya saya heran.

"Bapak ke situ saja. Tanya satpam, makam Pangeran Kuningan. Nanti pasti satpam akan nganterin."

Saya pun kemudian menuju ke gedung Telkom. Bagi Anda yang belum tahu lokasi gedung Telkom, gedung ini berada persis di seberang hotel Kartika Chandra atau bioskop Hollywood KC 21. Banyak banget kendaraan umum yang melewati gedung Telkom ini. Kalo dari Blok M, Anda bisa naik Kopaja 66 jurusan Blok M-Manggarai. Kalo dari Grogol bisa naik PPD jurusan Grogol-UKI. Atau dari Tanah Abang bisa naik Metromini 604 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang. Kalo dari arah Pancoran, Anda bisa turun di depan gedung Telkom atau museum Satria Mandala yang ada di samping gedung Telkom.

Buat menuju makam Pangeran Kuningan, Anda kudu lapor dulu ke security, karena mereka yang biasanya akan mengantarkan ke lokasi. Nggak enak dong kalo satu rombongan bus mau nyekar, tapi nggak izin keamanan gedung, ya nggak? Yang pasti, pihak Telkom kayaknya welcome banget ada orang yang mau berziarah atau nyekar, asal lapor.

Ternyata tempat peristirahatan terakhir Pangeran Kuningan nggak seperti bayangan saya. Biasanya makam-makam keramat selalu dibuatkan kotak makam yang disemen dan dikasih keramik. Lalu makam tersebut dbuatkan rumah, at least gubuk lah. Eh, ternyata di lokasi tersebut cuma berupa batu nisan. Di batu tersebut tertulis tempat peristirahatan terakhir Pangeran Kuningan.

"Dari dulu memang begini, Pak," ujar Pak Supri, satpam yang sudah hampir duapuluh tahun kerja di PT. Telkom. "Kalo dikasih prasastinya sih baru. Keluarga ahli waris sudah minta izin Telkom untuk meletakkan prasasti di tempat ini."

Prasasti yang dimaksud berada di belakang gedung Telkom, tepatnya tempat mobil parkir. Di situ ada sebuah trotar dan di atas trotoar ituah ada sebuah prasasti. Bagi Anda yang lokasi parkir Telkom di belakang pasti nggak akan tahu kalo di atas trotoar itu ada makan salah seorang pahlawan bernama Pangeran Kuningan.


Prasasti itu adanya di bawah sebuah tangga salah satu pintu masuk gedung Telkom dari arah belakang. Namun pintu masuk tersebut sudah lama ditutup. Saya bisa menebak, penutupan tersebut lebih karena menghargai ada makam di bawah tangga tersebut.

"Kalo sebelum puasa, banyak juga yang ziarah ke makam ini, Pak," tambah pak Supri. "Yang pasti tiap Jum'at, ada aja orang yang datang berkunjung."

Lucu juga kalo melihat ada prasasti Pangeran Kuningan di trotoar. Memang sih prasasti tersebut sebagai tanda tempat makan, namun saya nggak melihat adanya kesan sebuah kuburan keramat. Kenapa nggak dibuang saja prasasti tersebut? Toh, ada dan nggak ada prasasti tetap tidak terlihat ada mantan makam? Eit, ternyata setelah saya tanya salah seorang warga yang sudah cukup lama di wilayah Gatot Subroto, makam itu memang sempat mau digusur.

"Tapi begitu mau digusur, orang yang mau menggusurnya langsung sakit," ujar ibu Endang Rekno Besane Sutarti yang akrab disapa ibu Iyem, yang sudah tinggal di Kuningan Timur.

Barangkali benar apa yang dikatakan ibu Iyem. Nggak ada orang yang berani memindahkan prasasti Pangeran Kuningan ini, termasuk para direksi PT. Telkom sendiri. Meski kelihatannya cuma prasasti, namun ternyata memiliki kesan 'magis' yang luar biasa. Anyway, bagi keluarga ahli waris yang ingin nyekar atau membacakan doa ke Pangeran Kuningan, lebih enak. Suasananya nggak kayak di kuburan. Mereka bisa membacakan yasin di tanga yang ada dekat prasasti tersebut. Barangkali cuma agak sedikit nggak kyusuk aja kali ya, karena setiap waktu pasti ada mobil yang hendak keluar, masuk, dan parkir di dekat situ. Ya, nama tempat parkir, ya pasti kayak begitu suasananya.

Thanks To : Brillianto K. Jaya

Rabu, 02 September 2009

Konser Bulan September 2009 Iwan Fals & Band

Konser Bulanan Iwan Fals & Band, kali ini merayakan semangat lintas agama di bulan Ramadhan.

Setelah konser akan diadakan buka puasa bersama (tajil dan makanan buka gratis -termasuk dalam harga tiket biasa)

Jangan sampai dilewatkan juga penampilan Bintang Tamu konser bulanan kali ini, setelah Sherina dan Ian Antono (Januari), Peterpan (Februari), Glenn Fredly dan Rifa (Maret), Jalu dan Dewi Sandra (April), serta Oppie Andaresta dan Slank (Mei), Crossing Corners dan Denada (Juni), Imaniar dan Letto (Juli), Digo & Band (Agustus).

HTM -tiket beli di tempat-
FESTIVAL: Rp. 40.000 *
VIP (duduk): Rp. 100.000 **
(dengan membeli tiket, berarti Anda menyumbang 10% untuk kegiatan sosial)
* Tiket terbatas, disarankan membawa jas hujan atau payung
** Hanya tersedia 50 tiket

~AKAN DILAKUKAN SCREENING -dilarang membawa senjata tajam, miras, narkoba, handycam, kamera foto, tape recorder, dan alat rekam yang sejenis.

IKUTILAH KARYA KITA

KaryaKita PUISI "Toleransi Antar Umat Beragama"
Periode 31 Agustus - 6 September 2009

Dalam rangka Konser Bulanan Iwan Fals & Band
"Seperti Matahari"
Sabtu, 12 September 2009 | jam 15.15 WIB
PanggungKITA, Kp. Leuwinanggung no.19 Cimanggis-Depok


Harap diperhatikan syarat-syarat di bawah ini!

1. Karya harus orisinil, bukan milik orang lain.

2. Karya berupa puisi yang bertema tentang toleransi antar umat beragama (anda dengan pemeluk agama yang lain).

3. Diketik dalam kertas ukuran A4, maksimal 150 kata.

4. Pengiriman KaryaKita (hanya melalui email) ke karyakita@hotmail.com, dengan subject: KARYAKITA SEPTEMBER.
Silahkan mulai mengirimkan karya pada tanggal 31 Agustus 2009 jam 00.00. Terakhir penerimaan karya tanggal 6 September 2009 jam 23.59.

5. Semua karya yang masuk akan menjadi milik Tiga Rambu.

6. CANTUMKAN DATA DIRI:
a) Nama,
b) Alamat tinggal beserta kode pos,
c) No. telepon dan handphone yang dapat dihubungi,
d) Pendidikan / Pekerjaan.

7. 20 KaryaKita terbaik akan dipamerkan di Pendopo Iwan Fals pada Konser "Seperti Matahari" tanggal 12 September 2009 – 14.00-18.30, serta 3 terbaik akan diumumkan pada saat konser.

8. Hadiah:
a) Setiap nominator diberikan Pin Nominator yang khusus dibuat 20 buah, tidak diperjualbelikan.
b) 10 Terbaik akan mendapat tiket gratis menonton Konser Bulanan Iwan Fals & Band bulan Oktober 2009.
c) Dari 10 Terbaik tersebut, dipilih 3 Terfavorit yang akan mendapatkan merchandise eksklusif Tiga Rambu yang ditandatangani oleh Iwan Fals!
www.iwanfals.co.id

Sabtu, 18 April 2009

"TVS Motor-Iwan Fals Peduli Pekalongan"


PEKALONGAN - Iwan Fals selaku Duta Merk (Brand Ambassador) TVS Motor berkunjung ke dealer TVS Pekalongan, Jumat (17/4) kemarin, yang disambut oleh Oscar Njoto Suharjo selaku Direktur TVS Pekalongan dan perwakilan manajemen PT TVS Motor Company Indonesia, Azka Munim selaku Area Manager TVS Motor untuk Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari gelaran Peduli Lingkungan di Pekalongan dengan tema "TVS Motor-Iwan Fals Peduli Pekalongan".
Aksi peduli lingkunagn hidup ini akan diwujudkan dengan melakukan kembali penanaman 7.500 tanaman bakau di Desa Degayu dan penanaman 500 bibit cemara laut di obyek wisata Pantai Pasir Kencana Pekalongan, Sabtu (17/4) hari ini.
Direktur TVS Pekalongan Oscar Njoto Suharjo mengaku bahagia dengan kehadiran Iwan Fals ke dealernya, "Ini sangat memotivasi kami," ungkapnya, yang diiyakan pula oleh Azka Munim.
Iwan Fals menuturkan, kedatangannya ke Pekalongan dalam rangka melakukan penanaman cemara dan bakau. "Kerusakan lingkungan tidak harus dipikir tapi harus langsung beraksi menanam," ujarnya. Sebab, menurutnya, kerusakan lingkungan sudah sedemikian parahnya sehingga perlu mendapat perhatian ekstra dari semua kalangan.
Dirinya mengaku bersedia menjadi Brand Ambassador karena melihat visi dan misi dari TVS juga peduli terhadap pendidikan, lingkungan dan sosial.
"Saya tertarik dengan visi misi TVS. Sebagai bukti saya diajak ke pabriknya di India dan di sana pabriknya peduli lingkungan dan pendidikan," tambahnya.
Menurutnya, persoalan lingkungan hidup tidak boleh dianggap main-main karena bisa mengancam kelangsungan hidup manusia. "Persoalan lingkungan hidup bukan untuk main-main tapi harus berfikir untuk mengurangi kerusakan lingkungan itu," tandasnya.
Mengenai motor juga mengandung polusi, Iwan menuturkan, bahwa produk TVS sudah berstandar Eropa terutama untuk teknologi pembuangan gas. Sehingga sudah tidak perlu khawatir dengan adanya polusi. "TVS juga tidak dijual di Indonesia saja, tetapi juga hingga ke Asia Tenggara," pungkasnya.
Iwan Fals dengan TVS Motornya, Sabtu ini (18/4) peduli lingkungan hidup dengan menggelar penanaman pohon di Pekalongan. Kita juga harus turut menanam.

sumber : radar pekalongan