THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 15 Februari 2009

sokola rimba "peniti benang"


"Menjaga hutan memang sulit sekali orang pemerintah saja tidak bisa apalagi saya yang baru bisa baca tulis dan hitung" [ Peniti Benang ]

Satu kalimat dalam buku tersebut yang di ucapkan oleh anak rimba, murid Butet yang memililiki nama Peniti Benang.

Banyak hal menarik yang bisa kita dapati dalam buku ini, juga banyak pelajaran yang diperoleh dari pengalaman yang terkadang tidak sesuai dengan teori-teori dalam buku. Catatan Butet kadang melumpuhkan teori-teori tersebut saat berhadapan dengan pengalaman dan fakta keseharian mereka. Semua di paparkan dengan gaya bahasa yang (kadang) sedikit gaul oleh Butet dalam buku ini.

Gue beberapa kali sempat ngobrol sama Butet sambil menyeruput segelas kopi, kepribadian tokoh ini tak jauh dari apa yang kita bisa baca dalam buku ini. Dan ketika ada SMS dari Butet, yang isinya undangan untuk menghadiri launching buku ini, gue senang banget. Sayang karena kesibukan, gue ga sempat hadir, namun gue langsung mencari buku tersebut ke toko buku. Rasanya ga sabar untuk membaca kisah Butet di Rimba sana dalam menunaikan keinginan hatinya untuk membuat anak-anak rimba supaya bisa baca tulis dan hitung seperti Orang Terang.

Ketika seorang anak rimba mengucapkan "Ibu, beri kami sekolah"...mungkin, itulah kalimat terindah yang pernah di dengar oleh Butet selama disana. Walaupun pada awalnya, memasukkan unsur sekolah ke Orang Rimba tidaklah mudah, namun Butet tidak menyerah untuk hal ini. Bukan cuma waktu dan tenaga yang dikorbankan olehnya..namun tabungan pribadinya pun ikut terkuras...
"Segelonyo sejak dari mulaknya hopi tokang, tapi kalu pelajoron turuy, jadi tokang" [Segala sesuatu memang dimulai dari tidak tahu, tapi kalau belajar terus, jadi mahir]..sebuah filosofi pada saat Butet mengajarkan anak-anak rimba bersepeda, yang pada akhirnya menjadi motivasi ketika mereka belajar berhitung dan mengenal abjad.....

Pantas untuk dibaca....gue terhanyut seakan berada disana saat membaca catatan seorang Butet Manurung dengan kegiatan Sokola Rimba-nya...

Selasa, 10 Februari 2009

ikutilah Karya Kita,,,,,


Ikuti!

KaryaKita Periode 14 – 21 Februari 2009

Tema “POTRET CINTA”

Kisah cinta pada kekasih, atau cinta pada tanah air,

cinta pada siapa saja dan apa saja.

1. Karya berupa syair atau puisi.

2. Karya harus orisinil.

3. Diketik dalam kertas ukuran A4, maksimal 150 kata.

4. Akan dipilih 20 nominasi terbaik dan dipamerkan di Pendopo Iwan Fals pada Konser Potret Cinta tanggal 28 Februari 2009, jam 19.30 s/d 21.30.

5. Hadiah:

a. 10 Terbaik mendapatkan tiket gratis Konser Bulanan Iwan Fals bulan Maret 2009.

b. Dari 10 Terbaik tersebut, dipilih 3 Terfavorit yang akan mendapatkan Merchandise eksklusif Tiga Rambu yang ditandatangani oleh Iwan Fals!

6. Pengiriman KaryaKita:

a. Periode penerimaan karya mulai 14 Februari 2009 hingga 21 Februari 2009, jam 21.00.

b. Via email: karyakita@hotmail.com.

c. Jika dalam bentuk hardcopy, kirim ke sekretariat Tiga Rambu: Kp. Leuwinanggung No. 19 RT 001/RW 003 Cimanggis - Depok 16956.

Pengiriman cap pos tanggal 21 Februari 2009. Mengingat pengiriman via pos akan memakan waktu cukup lama, disarankan KaryaKita dikirimkan via email.

7. Cantumkan data diri:

a. Nama,

b. Alamat tinggal,

c. No. telepon dan handphone,

d. Pendidikan / Pekerjaan.

8. Semua karya yang masuk akan menjadi milik Tiga Rambu

Jumat, 06 Februari 2009

Konser nyanyian cinta leo kristi-Gratis

Konser Nyanyian Cinta Leo Kristi pada Sabtu, 14 Februari 2009, akan
diselenggarakan di Black Box Theater, Gedung 2, Lantai 6, High/Scope
Indonesia, Jl. TB Simatupang 8, dengan kapasitas 300 orang lebih.
Pertunjukan akan dimulai pada jam 7.30 malam dan selesai sekitar jam 11.
Penonton dianjurkan untuk datang sekitar jam 7.

Terima kasih untuk mas Faried Amir, Chairman H/S, yang mengijinkan LKers
menggunakan Black Box Theater-nya yang canggih itu. Terima kasih juga untuk
mbak Suli yang memperkenalkan LKers ke H/S.

Perlu diketahui, bahwa di dalam Black Box Theater, tidak diperbolehkan sama
sekali untuk membawa makanan dan minuman.

Biaya konser telah tertutupi dari saweran beberapa anggota Komunitas Leo
Kristi (LKers). Terima kasih mbak Suli, mas Totot, mas Adi, mas Dwiyatno,
mas Sena, mas Asmudji dan mas Syahran untuk keringanan hatinya.

Untuk yang masih berkenan nyawer, berapa pun jumlahnya, silahkan transfer
ke: IR SETIYADI, BCA no Account : 1451183694, Cabang Gatot Subroto. Mohon
email atau sms ke Setiyadi di suwars77@yahoo. com, no HP 081198 8293, untuk
pelaporan.

Kelebihan dana akan diberikan seluruhnya kepada Leo Kristi sebagai tambahan
honor. Laporan perkembangan keuangan hanya akan diberikan kepada para
penyumbang.

Selain Cecil di vokal, penampilan Leo Kristi juga akan didukung musisi
LKers, yang terdiri dari Gamawan (gitar, suling), Rezza (gitar), BA (bass),
Sena (perkusi), Aries (harmonika, gitar), Linda dan Thanty (vokal).

Acara ini terbuka bagi masyarakat luas dan GRATIS tanpa tiket masuk.

Rabu, 28 Januari 2009

konser iwan fals"Damai kami sepanjang hari"



Konser Iwan Fals & Band

Tema : Damai Kami Sepanjang Hari
Hari : Sabtu
Tanggal : 31 Januari 2009
Pukul : 15.30-17.30 WIB
Tempat : Panggung 'Kita', Desa Leuwinanggung
HTM : Rp. 40.000,-

Tiket bisa dibeli ditempat.

Konser bulanan pertama di tahun 2009

Iwan Fals & Band

menyambung diskusi & renungan, dengan tema

"Damai Kami Sepanjang Hari"

HTM: Rp. 40.000 *tiket terbatas

Info lebih lanjut: Nenk (0813 9943 9950 / 845 5329-30)

Kamis, 01 Januari 2009

Mari beraksi selamatkan hutan iklim indonesia

PENGUMUMAN:
Mind Mapping - cara baru untuk ngeBlog!
Jumat, 2 January 2009 @ 04:20 WIB - Diari



http://www.greenpeace.org/seasia/id/petisi-untuk-hutan-indonesia

klik alamat diatas untuk mengirim surat petisi untuk presiden SBY


Indonesia kehilangan hutan lebih cepat dari negara-negara pemilik lain di dunia. Merujuk data FAO (2006), hutan Indonesia berkurang 1,8 juta hektar per tahun, menempatkan Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengemisi gas-gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan China. Penggundulan hutan (deforestasi) adalah sumber utama emisi Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan tigaperempat luas kawasan hutan alamnya (sekitar 72%) dan dari jumlah tersebut 40% telah hilang sama sekali.

Faktor utama pendorong tingginya deforestasi di Indonesia adalah pembalakan skala besar untuk industri kertas, kayu, pembukaan lahan gambut untuk perluasaan kelapa sawit dan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun untuk pembukaan hutan. Banjir, kekeringan, perubahan pola iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan yang salah satunya disebabkan hancurnya hutan di Indonesia.

Moratorium tidak hanya membantu menghentikan emisi GRK, tetapi juga melindungi keanekaragamanhayati, melindungi kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan di seluruh Indonesia.

Sekitar 30000 orang masyarakat Indonesia telah bergabung bersama kami sebagai Pembela Hutan Indonesia atau Forest Defenders Indonesia (FDI). Ayo, bergabung bersama kami untuk mendesak Presiden menetapkan secepatnya moratorium deforestasi.
sumber : grenpeace.org

Iwan Fals Kata Penggemar di Dunia Maya








Iwan Fals Kata Penggemar di Dunia Maya


Nama penyanyi Iwan Fals di internet sudah tidak asing lagi. Jumlah penggemar di dunia maya ini cukup banyak mulai dari yang biasa sampai yang fanatik. Kondisi ini seperti cerminan yang ada di dunia nyata.
Beberapa yang aktif di internet tidak malu-malu menunjukkan jati dirinya sebagai penggemar Iwan Fals. Begitu juga kawan-kawan yang tergabung di multiply, sebuah situs jaringan sosial dengan beragam fitur termasuk blog. Mereka menghiasi tempatnya dengan atribut sang idola dan juga beberapa kali menulis artikel dan berbagi koleksi tentang idolanya.
Kami dari iwanfalsmania.blogspot.com beberapa waktu yang lalu meminta opini dari mereka tentang Iwan Fals. Dan berikut yang bisa kami tampilkan disini.

Abdul Rahman T., karyawan swasta, Bekasi.
Dulu, ada lagu yang tak kusuka dari bang Iwan yaitu "Tolong dengar Tuhan", bagiku apa yang diberikan Allah pastilah terbaik, hanya manusia tak bisa memahami hikmahnya. Setelah dewasa aku memahami bahwa saat itu memang begitu adanya jiwa bang Iwan, tak ubahnya sekarang bang Iwan menyesal kenapa harus memberi sebuah lagunya dengan judul "Lonteku". Keadaan, waktu dan umur bang Iwan membuat aku memakluminya.

Abdul (dOeL), 30 th, Jakarta
Ketemu Iwan waktu konser di Hardrock cafe Jakarta 1998 (sehari sebelum kerusuhan Mei 2008), meski dari 1990-1993 batal melulu nonton konsernya (padahal males :P). Ketemu beneran dan poto bareng tahun 2003 pas lagi promosi album In Colaboration di iradio Jakarta. Bawa semua "perabotan perang" termasuk ada beberapa album yang gak ada dirumah Fals tapi beliau masih ingat (seperti Opera Jesus).
Yang gak disukai dari Fals adalah kumis sama gondrongnya ilang gitu aja, gak sangar lagi :D

Dewa, Bali
Salah satu yang tidak kusukai adalah ketika Iwan Fals mulai dikelola oleh sebuah manajemen (IFM). Rasanya setelah itu aku kehilangan sosok Iwan Fals yang dulu kukenal. Apalagi ketika Iwan Fals terlibat sebagai icon produk sepeda motor, setelah itu sempat aku memutuskan untuk tidak mendengarkan lagu-lagunya sebagai wujud protes. Intinya, mungkin memang ada jurang antara aku sebagai penggemar dengan Iwan Fals sekarang ini, tapi semua itu tak bakalan menghentikan niatanku untuk mengumpulkan kembali album-album yang telah hilang. Dan Iwan Fals tetap akan menginspirasi tiap langkahku.

Fendi Kurniawan
, 28 th, karyawan swasta, Bekasi
Pengalaman paling berkesan adalah ketika bisa berduet satu panggung dengan Iwan Fals dan ditonton ratusan orang membawakan lagu Buku Ini Aku Pinjam pada acara Reuni Oi tahun 2005 di Leuwinanggung. Namun yang aku kurang suka dari Iwan Fals adalah ketika hilang sisi idealismenya. Iwan Fals mulai ditata sedemikian rupa untuk menyerah pada pasar, menyesuaikan diri dengan pasar industri musik yang akhirnya bermuara pada lagu - lagu sendu yang kebablasan.

Heri Sukani, 25 th, mahasiswa, Padang
Aku berharap album lama yang sulit didapat seperti Amburadul rekaman di radio EH8 ITB atau album Perjalanan dirilis ulang dalam bentuk CD atau kaset. Dan sering seringlah ke daerah untuk turun konser.

Mukhlis
, 27 th, Wiraswasta, Pekanbaru
Yang paling berkesan adalah pertama kali nonton penampilan Iwan Fals pada konser A Mild Soundrenaline di Pekanbaru. Walau cuma 4 lagu, namun itu baru pertama kali aku melihat sang idola dengan mata kepala saya sendiri yang selama ini ku mimpi-mimpikan, yang memang aku sering terbawa mimpi bertemu Iwan Fals.

Unggul, 40 th, tinggal di Cikarang - Jawa Barat
Lagu-lagu mas Iwan ini menjadi inspirasi banyak orang, termasuk saya. Saya pernah membayangkan menjadi anak yang terpaksa mencuri kambing tetangga untuk memberi makan anak istri. Sayang, ketika seorang Iwan Fals dikelola oleh istrinya sendiri, ia telah berubah menjadi mesin uang yang sempurna bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Iwan semakin tak terjangkau oleh penggemarnya. Dulu mereka memanggil Iwan sebagai "mas", "abang", atau "kakak", kini ia disebut "boss", satu sebutan yang menunjukkan satu perubahan yang sangat mendasar, dari rasa kedekatan secara personal batin menjadi personal materi. Ini menyedihkan hati saya.

Ricky Fauzi, karyawan swasta, Jakarta
Kesan pertama yang tak bisa dilupakan yaitu waktu silaturahmi di kediaman beliau. Bang Iwan bertanya dari mana neh, saya dari Ps.Minggu bang, wah kemaren saya lewat Ps.Minggu lagi musim duku tuh, mau duku bang?, kalo ada kata bang Iwan, ya udah besok saya bawain yah. Besoknya saya janjin bawain duku ke bang Iwan, wah bener-bener lu, gw becanda juga. Hari itu sampe ngobrol 4 jam sama bang Iwan.
Hal yang aku tidak sukai sekarang-sekarang ini bang Iwan terlalu over dikelola manajemen. Mau ketemu aja susah sekarang, ga kaya thn kemaren. Aku pengen seh tiap-tiap konser recordnya dijual di Leuwinanggung kaya dulu githu.

Satriyo Andoyo, pengusaha, Sumatera - Jawa domisili Palembang
Tidak ada fenomena hebat lagi dalam setiap karyanya setelah orde reformasi ini. Dulu kita bisa lihat bagaimana hebatnya gaung lagu Umar Bakrie, Bento, Etiophia, Pesawat Tempur, dsb. Sedangkan karyanya sekarang cuma dalam hitungan hari perlahan akan tenggelam cepat dan tidak pernah lagi kita dengar lewat radio-radio, TV, dsb, kecuali kita muter sendiri berulang ulang didalam rumah/mobil, iPod, dsb.

Syafiq Baktir, wiraswasta, Surabaya
Bagiku sebagian besar lagu-lagu Iwan Fals cukup enak didengarkan bagi telinga masyarakat biasa dan mampu memberi semangat hidup lewat lirik-liriknya. Meski ada beberapa yang aku tidak suka liriknya seperti lagu 'Tolong Dengar Tuhan' dimana Iwan memanggil Tuhan dengan 'Hei'. Sekarang lirik-lirik lagu Iwan Fals terasa lebih tenang dan bersahaja, sejalan dengan penampilannya yang berubah. Dan ternyata dari perubahan itu, nama Iwan Fals perlahan tenggelam dan hanya sesekali tampil kepermukaan hanya karena penggemarnya rindu, bukan karena ‘pemberontakan’ dalam lagunya. Nama Iwan tentu saja masih menjadi ikon perlawanan bagi kita yang sempat merasakan kondisi masa lalu. Namun bagi generasi sekarang yang hanya ‘terima beres’, nama Iwan mungkin cukup sebagai nama seorang penyanyi terkenal yang tak ada bedanya dengan penyanyi-penyanyi lagu cinta lainnya. Mungkin mereka tidak begitu mengenal Iwan sebagai salah satu orang yang berpengaruh dalam perubahan bangsa ini.